Seputar Otaku - Platform media sosial X (sebelumnya Twitter) kembali menuai kritik setelah fitur tombol edit foto berbasis AI yang terintegrasi dengan Grok disalahgunakan oleh sebagian pengguna. Fitur yang memungkinkan siapa pun mengedit gambar unggahan orang lain tersebut kini memicu gelombang protes, terutama dari kalangan cosplayer.
Sebelumnya, fitur ini telah mendapat penolakan dari sejumlah kreator ternama, termasuk ilustrator Dr. Stone dan mangaka Gachiakuta, yang menyatakan tidak lagi mempublikasikan karya mereka di X. Kini, keluhan serupa datang dari komunitas cosplayer yang merasa dirugikan secara personal dan profesional.
Cosplayer Soroti Penyalahgunaan Edit AI
Salah satu cosplayer yang menyuarakan keberatan secara terbuka adalah Amatsu Pukupu. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah pengguna memanfaatkan Grok untuk mengubah penampilannya secara tidak pantas dari foto cosplay yang ia unggah. Amatsu mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke pihak X, namun mendapatkan respons bahwa praktik tersebut tidak melanggar ketentuan penggunaan platform.

Menurutnya, banyak pengguna meminta Grok untuk mengedit foto cosplay menjadi versi yang jauh dari konteks aslinya, tanpa persetujuan sang pemilik foto. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai batas etika penggunaan AI dalam ruang publik digital.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh cosplayer Rexxv, yang sempat mengunggah sindiran keras terhadap pihak-pihak yang menggunakan AI untuk memanipulasi foto orang lain. Meski unggahan tersebut kemudian dihapus, permasalahan yang ia soroti tetap menjadi perbincangan luas di komunitas.
Masalah Etika dan Privasi Digital
Kasus ini memunculkan perdebatan besar soal etika AI generatif, khususnya ketika teknologi tersebut digunakan untuk memodifikasi citra individu nyata tanpa izin. Banyak pihak menilai bahwa meskipun foto diunggah ke ruang publik, penggunaannya tetap harus menghormati hak privasi dan martabat personal.
Sejumlah pengguna X menilai tindakan tersebut tidak berbeda dengan pelecehan digital, sementara yang lain menganggapnya sebagai bagian dari kebebasan berekspresi. Perbedaan pandangan ini memperlihatkan belum adanya konsensus jelas terkait batas penggunaan AI di media sosial.
Dukungan untuk Para Cosplayer
Di tengah kontroversi, para cosplayer yang menjadi korban penyalahgunaan AI menerima dukungan luas dari pengikut mereka. Banyak pengguna turut melaporkan akun-akun yang dianggap bermasalah, sementara lainnya mengirimkan pesan solidaritas dan dorongan moral.
Kasus ini kembali menegaskan tantangan besar yang dihadapi platform media sosial dalam mengatur penggunaan AI secara bertanggung jawab. Seiring semakin mudahnya teknologi manipulasi visual diakses publik, tuntutan akan regulasi dan kebijakan yang lebih tegas pun semakin menguat.
Rekomendasi
Rifujin na Magonote Tegaskan Menulis untuk Diri Sendiri, Picu Perdebatan Fans Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation
13 jam yang lalu
Kontroversi FAZA Berdampak ke Project: Eden’s Garden dan Troublemaker 2: Beyond Dream, Gamecom Team Ambil Tindakan
13 jam yang lalu
NASA Bikin Heboh dengan Referensi Sailor Moon untuk Misi Artemis II
18 jam yang lalu
2nd Stage Jojo's Bizarre Adventure Part 7 Akan Tayang Dalam Format Mingguan Mulai Musim Gugur 2025
18 jam yang lalu