Kebijakan Privasi Genshin Impact Disorot: Data Voice Chat Diduga Digunakan untuk Latih AI
Pada Section 2 yang berjudul “Why We Collect and Process Your Personal Data”, disebutkan bahwa data input pengguna, termasuk chat dapat dimanfaatkan untuk melatih dan meningkatkan model yang digunakan untuk mendukung layanan. HoYoverse juga menyatakan bah
Seputar Otaku - Komunitas Genshin Impact tengah ramai memperbincangkan perubahan terbaru pada kebijakan privasi game populer besutan HoYoverse. Perubahan ini memicu kekhawatiran karena muncul dugaan bahwa data voice chat pemain dapat digunakan untuk melatih model kecerdasan buatan (AI), kecuali pengguna secara manual memilih opsi opt-out.
Isu ini pertama kali diungkap oleh pengguna media sosial Bluesky yang menemukan revisi pada bagian “What Data We Collect and Process”. Sebelumnya, kebijakan tersebut menyatakan bahwa layanan voice chat hanya memproses komunikasi suara untuk tujuan seperti keamanan layanan, moderasi konten, dan kepatuhan hukum. Namun, setelah klausul tersebut dihapus, perhatian komunitas beralih ke bagian lain yang membahas penggunaan data untuk pelatihan model AI.
Pada Section 2 yang berjudul “Why We Collect and Process Your Personal Data”, disebutkan bahwa data input pengguna, termasuk chat dapat dimanfaatkan untuk melatih dan meningkatkan model yang digunakan untuk mendukung layanan. HoYoverse juga menyatakan bahwa pemain memiliki opsi untuk menonaktifkan penggunaan data tersebut melalui pengaturan privasi, tanpa memengaruhi pengalaman bermain.
@littlekuriboh.bsky.social Since I know you've been boosting GenAI news related to Genshin games, it was just discovered that they added a clause to their Privacy Policy that allows them to train an AI using your voice if you use in game voice chat. genshin.hoyoverse.com/en/company/p...
— Cevian #ENVtuber (@cevian.bsky.social) February 25, 2026 at 10:20 AM
[image or embed]
Selain untuk pelatihan AI, kebijakan tersebut juga menjelaskan bahwa data dapat digunakan untuk layanan dukungan pelanggan, menjaga keamanan platform, serta mencegah konten berbahaya. Meski demikian, sistem opt-out manual menjadi sorotan karena pemain harus secara aktif menonaktifkan fitur tersebut jika tidak ingin datanya digunakan.
Hingga saat ini, HoYoverse belum memberikan pernyataan resmi untuk menjelaskan perubahan kebijakan privasi tersebut. Kurangnya transparansi ini membuat sebagian pemain merasa khawatir, terutama karena data suara merupakan informasi pribadi yang sensitif.
Kontroversi ini mengingatkan pada kasus serupa di platform digital lain yang menggunakan data pengguna untuk pelatihan AI tanpa persetujuan eksplisit. Komunitas kini menunggu klarifikasi resmi dari HoYoverse guna memastikan transparansi dan menjaga kepercayaan pemain terhadap Genshin Impact.
Rekomendasi
Hanasaku Iroha Rayakan 15 Tahun dengan Artwork Baru
7 jam yang lalu
Review Witch Hat Atelier Volume 14: Arc Tergelap dengan Ketegangan Maksimal
1 hari yang lalu
Crunchyroll Umumkan Line-Up Anime Spring 2026: 8 Judul Baru dan Seri Populer Kembali!
1 hari yang lalu
Review Manga: In Another World, My Sister Stole My Name Volume 2 dan 3
1 hari yang lalu